SEJARAH

SEJARAH DAN RUMAH TANGGA MAPALA UMY

Sekarang ini banyak orang bahkan sekelompok orang yang menamakan dirinya sebagai Pencinta Alam, entah itu dari kalangan masyarakat umum, mahasiswa serta pelajar. Kegiatan yang mereka lakukan sebagian besar adalah mendaki gunung, menelusuri goa, memanjat tebing, arung jeram dan masih banyak lainnya, sehingga masyarakat mengaggap Pencinta Alam hanya mereka yang melakukan kegiatan tersebut. Hal ini seharusnya kita perjelas sehingga makna dari Pencinta Alam akan terjawab, karena dalam kenyataannya terdapat banyak oknum yang menyalahgunakan media tersebut untuk kegiatan yang kurang baik sehingga pencinta alam yang benar-benar terjun di dalamnya ikut tercemar karenanya.

Pada dasarnya kewajiban mencintai alam adalah kewajiban setiap manusia, karena manusialah yang dipercaya oleh Allah SWT untuk mengelolah, memanfaatkan, sekaligus memelihara, serta melestarikan keseimbangan alam. Namun realitasnya banyak oknum manusia yang hanya mampu mengeksploitasi alam tanpa berusaha untuk turut serta menjaga kelestarian alam tersebut. Lalu dari realitas tersebut timbul suatu pengertian bahwa kesadaran masyarakat baru akan muncul apabila mereka diberi suatu rangsangan dari luar. Deskripsi singkat ini memberikan suatu gambaran bahwa seorang pencinta alam memiliki tanggung jawab yang besar sebagai salah satu pionir dalam rangka melestarikan alam, dan bukan hanya mencari kesenangan belaka ataupun sebagai penikmat kegiatan petualangan dan ketegangan semata, namun lebih dari itu Pencinta Alam adalah seorang atau sekelompok manusia yang di pundaknya terdapat tanggung jawab yang besar untuk dapat menjaga kelestarian alam yang merupakan titipan untuk anak cucu kita semua nantinya. SEJARAH MAPALA UMY.

Berangkat dari kesadaran akan terancamnya kelestarian alam sekaligus untuk mengikuti jejak para pendahulunya, sebanyak 15 orang mahasiswa  Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang berasal dari beragam fakultas dan ditambah perwakilan dari BKK UMY yang diwakili oleh Rozi Amin dan dipandu oleh MAPALA UNISI yang dipimpin oleh Haryoko. Tepat pada tanggal 5 mei  1983 jam 10.00 WIB di Puncak Gunung Lawu diproklamirkan berdirinya Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Muhammadiyah Yogyakartayang disingkat “MAPALA UMY”. Momen Penting ini hanya didasari oleh niat yang tulus dan ikhlas sebagai seorang muslim dan kesadaran untuk ikut serta dalam usaha melestarikan alam. Pada fase pendirian ini disepakati bersama untuk memberikan kepercayaan kepada Nurhidayat dari Fakultas Tehnik untuk memimpin organisasi ini.

Dalam perjalanan awalnya MAPALA UMY banyak menemui hambatan yang tidak ringan. Hal ini disebabkan selain belum adanya keberpihakan Rektorat kampus  UMY pada MAPALA UMY, juga disebabkan minimnya keahlian yang dimiliki para anggota MAPALA UMY yang pada saat itu memiliki anggota yang sangat minim. Namun hal ini tidak menjadikan para pengurus dan anggota menjadi berkecil hati, tetapi mereka mencoba membuktikan eksistensinya melalui kegiatan yang mampu menjadi bukti akan kepedulian MAPALA UMY pada masalah kelestarian lingkungan. Pada masa periode ini ditandai dengan diadakannya Pendidikan Dasar yang dipandu oleh MAPALA UNISI hingga Great Camping V ( GC V ).Pada tahun 1986 berlangsung pergantian kepemimpinan  ketua MAPALA UMY dan mampercayakan Maryono BF dari Fakultas Ekonomi sebagai ketua MAPALA UMY.

Pada masa kepemimpinannya keadaan belum tetap berubah, keberpihakan Rektorat kampus UMY belum sepenuhnya bias menerima keberadaan MAPALA UMY, namun setidaknya keadaan sedikit lebih baik dimana hal ini disebabkan karena Program Kerja kepengurusan periode ini, yang menjadi prioritas utama adalah Mengenalkan MAPALA UMY sebagai Kelompok Mahasiswa Pencinta Alam yang menjunjung tinggi nilai – nilai Islam dan Tri Darma Perguruan Tinggi. Upaya pembuktian ini dilakukan dengan tindakan-tindakan positif yang mampu menimbulkan persepsi yang positif pula bagi keberadaan MAPALA UMY.

Pada tahun 1988 diadakan Musyawarah Anggota MAPALA UMY untuk pertama kalinya. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa MAPALA UMY berusaha untuk merapatkan barisan dalam berorganisasi, karena tanpa kerapian dan kerjasama yang baik akan menghambat perkembangan MAPALA UMY di masa yang akan datang. Dan seiring berjalannya waktu,MAPALA UMY hingga saat ini telah memperoleh berbagai prestasi seperti Mount Elbrus Expedition dan Kilimanjaro Expedition